PASIRPENGARAIAN : SERANTAU MEDIA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengalokasikan anggaran Rp2,1 miliar untuk penanganan darurat ruas jalan provinsi Sontang-Duri yang rusak dan terendam banjir di Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).
Perbaikan jalan tersebut ditargetkan mulai dikerjakan pada awal November 2026. Saat ini, proses lelang pekerjaan penimbunan jalan masih berlangsung.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR-PKPP Riau, Khairul Rizal, mengatakan anggaran penanganan darurat itu telah disiapkan melalui APBD Perubahan Riau 2026.
“Kita targetkan awal November ini sudah mulai pengerjaan. Anggarannya sebesar Rp2,1 miliar,” kata Khairul Rizal.
Ia menjelaskan, perbaikan akan diprioritaskan pada tiga titik kerusakan terparah di jalur penghubung Desa Sontang menuju Desa Kasang Padang. Penanganan dilakukan dengan penimbunan tanah hingga setinggi satu meter di sepanjang sekitar satu kilometer jalan.
Selain penimbunan, pekerjaan juga mencakup pemasangan box culvert untuk memperlancar aliran air sehingga tidak kembali menggenangi badan jalan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau, Zulfahmi, mengatakan desain teknis perbaikan telah disiapkan. Penanganan tersebut dilakukan menindaklanjuti arahan Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto.
“Perbaikan difokuskan pada sejumlah titik yang mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada jalur yang menghubungkan Desa Sontang dengan Desa Kasang Padang,” ujarnya.
Sementara itu, ruas jalan Sontang-Duri terendam banjir dan lumpur tebal akibat luapan Sungai Rokan pada Ahad (1/11/2026) petang. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Bonai Darussalam selama beberapa hari terakhir menyebabkan air menggenangi sejumlah titik jalan.
Akibatnya, kendaraan roda dua dan minibus kesulitan melintas. Akses sementara hanya dapat dilalui kendaraan roda empat berpenggerak empat roda (double gardan) dan truk berbak tinggi.
Warga Desa Sontang, David, mengatakan genangan di tiga titik ruas jalan tersebut terus meningkat hingga Ahad petang. Sejumlah pengendara sepeda motor yang nekat menerobos banjir bahkan mengalami mogok.
Ia mengimbau pengendara agar tidak memaksakan diri melintasi jalan yang terendam dan memilih jalur alternatif demi menghindari kerusakan kendaraan.
Banjir juga mulai merendam kawasan permukiman. Warga Desa Sontang lainnya, Muklisin, menyebut air telah masuk ke sejumlah pekarangan rumah di Dusun I Harapan.
Untuk penanganan jangka panjang, Dinas PUPR-PKPP Riau telah mengusulkan peningkatan konstruksi jalan menggunakan beton rigid pada 2027. Usulan tersebut saat ini masih dalam pembahasan rancangan APBD Riau 2027.
“Tahun depan kita rencana beton rigid. Semoga disetujui di APBD 2027,” kata Khairul.(mcd/red)