• Thu, Oct 2026

SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Bergelar ASEAN Engineer

SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Bergelar ASEAN Engineer

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto


BANDUNG : SERANTAU MEDIA – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, meraih pengakuan profesional tingkat ASEAN sebagai ASEAN Engineer dalam rangkaian Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO) ke-44 di Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/10/2026).

Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Riau, Ulul Azmi, menyebut SF Hariyanto sebagai gubernur pertama di Indonesia yang memperoleh pengakuan tersebut.

ASEAN Engineer merupakan pengakuan profesional bagi insinyur di kawasan Asia Tenggara melalui ASEAN Engineering Register (AER), di bawah naungan ASEAN Federation of Engineering Organisations (AFEO). Pengakuan ini diberikan kepada insinyur yang memenuhi persyaratan pendidikan, kompetensi, pengalaman profesional, pengembangan keprofesian berkelanjutan, dan etika keinsinyuran.

Ulul Azmi mengapresiasi pencapaian SF Hariyanto. Menurutnya, pengakuan tersebut menunjukkan bahwa jabatan di pemerintahan dapat berjalan beriringan dengan kompetensi profesional di bidang keinsinyuran.

“Ini merupakan kebanggaan besar bagi masyarakat Riau, khususnya keluarga besar Persatuan Insinyur Indonesia. Pencapaian ini menjadi teladan bagi para insinyur di Riau dan Indonesia,” kata Ulul, Selasa.

Ia mengatakan, pengakuan ASEAN Engineer berpotensi memperkuat pengembangan sumber daya manusia keinsinyuran, peningkatan kualitas infrastruktur, pengembangan industri, serta percepatan transformasi teknologi di Riau.

PII Wilayah Riau, lanjutnya, terus mendorong peningkatan kompetensi dan sertifikasi profesi insinyur, termasuk pemenuhan legalitas praktik keinsinyuran sesuai ketentuan. Organisasi tersebut juga mendorong peningkatan Indeks Keinsinyuran Daerah.

Ulul berharap pencapaian SF Hariyanto dapat memacu lebih banyak insinyur di Riau untuk meningkatkan kualifikasi dan meraih pengakuan profesional di tingkat nasional maupun internasional.

Menurutnya, pengembangan keinsinyuran membutuhkan sinergi pemerintah daerah, organisasi profesi, perguruan tinggi, dan dunia industri agar tercipta ekosistem yang profesional, kompeten, dan berintegritas.

Dalam kegiatan tersebut, SF Hariyanto didampingi Ulul Azmi, Sekretaris PII Wilayah Riau Angga Islam Darmawan, pengurus cabang PII se-Riau, serta Dewan Penasihat PII Wilayah Riau Irving Kahar Arifin.

CAFEO merupakan forum keinsinyuran regional yang mempertemukan organisasi profesi, praktisi, akademisi, dan pemangku kepentingan dari negara-negara ASEAN untuk memperkuat kolaborasi, pertukaran pengetahuan, inovasi teknologi, serta pengembangan kompetensi insinyur.

“Insinyur Riau harus naik kelas. Tidak cukup hanya memiliki gelar akademik, tetapi juga harus memiliki kompetensi, legalitas, integritas, dan pengakuan profesional,” ujar Ulul. (Rls/red)