• Wed, Jul 2026

SPMB Tahap I Kepri Rampung, Siswa Belum Lolos Bisa Daftar Kembali 6 Juli

SPMB Tahap I Kepri Rampung, Siswa Belum Lolos Bisa Daftar Kembali 6 Juli

Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepulauan Riau memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA dan SMK berjalan lancar. (Foto: Disdik Kepri)


TANJUNGPINANG : SERANTAU MEDIA – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepulauan Riau menyatakan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA dan SMK tahun ajaran 2026/2027 berjalan lancar. Hingga berakhirnya tahap pertama, sebanyak 26.602 siswa dinyatakan diterima.

Kepala Disdik Kepri, Andi Agung, mengatakan jumlah tersebut berasal dari 30.476 pendaftar yang mengikuti seleksi. Sementara total daya tampung SMA dan SMK negeri di Kepri mencapai 35.452 siswa.

"Dari total daya tampung sebanyak 35.452 siswa, sebanyak 26.602 siswa telah dinyatakan diterima pada tahap pertama," kata Andi Agung, Senin (29/6).

Ia menjelaskan, masih terdapat 3.878 siswa yang belum memperoleh sekolah pada tahap pertama. Mereka dapat mengikuti pendaftaran tahap kedua yang dijadwalkan dibuka pada 6 Juli 2026 dengan memilih sekolah yang masih memiliki kuota.

Menurut Andi, setiap rombongan belajar dibatasi maksimal 40 siswa. Ketentuan tersebut diterapkan untuk memastikan proses penerimaan berjalan sesuai aturan dan mencegah praktik titip-menitip.

"Pada tahap kedua, siswa dapat memilih sekolah yang masih memiliki kuota sehingga seluruh proses tetap berjalan berdasarkan sistem," ujarnya.

Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kepulauan Riau, Warsita, mengatakan pelaksanaan SPMB telah berlangsung sesuai regulasi dan mengedepankan prinsip transparansi.

Menurutnya, sistem SPMB menampilkan secara terbuka jumlah kuota yang tersedia di setiap sekolah sehingga proses seleksi dapat dipantau dan diawasi.

"Sistem ini memastikan seluruh kuota sekolah dapat diketahui dan tidak bisa diubah di luar mekanisme yang telah ditetapkan," kata Warsita.

Ia menambahkan, Disdik Kepri telah menyiapkan mekanisme tahap kedua agar siswa yang belum diterima tetap memiliki kesempatan memperoleh sekolah sesuai daya tampung yang masih tersedia. (RRI/red)