• Mon, Jan 2026

Data Terbaru BNPB: Korban Tewas Bencana Sumatera Tembus 1.198 Orang

Data Terbaru BNPB: Korban Tewas Bencana Sumatera Tembus 1.198 Orang

Kondisi rumah warga yang hancur dihantam banjir bandang dan longsor (foto: TVRI)


JAKARTA, SERANTAU MEDIA  – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan perkembangan penanganan darurat dan pemulihan bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menuturkan berdasarkan data per Jumat 16 Januari 2026, tercatat korban meninggal akibat bencana Aceh–Sumatera sebanyak 1.198 orang.

“Dalam perkembangan terkini, ada peningkatan jumlah korban jiwa. Total korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi di tiga provinsi mencapai 1.198 orang, sementara korban hilang tercatat sebanyak 144 orang,” kata Abdul Muhari, Sabtu (17/1/2026).

Pria yang kerap disapa Aam itu menuturkan, penambahan korban meninggal dunia tersebut berada di Provinsi Aceh dengan jumlah delapan orang. Selain itu, ia menuturkan hingga saat ini tercatat 166.579 jiwa masih berada di lokasi pengungsian.

“Adapun penambahan korban meninggal dunia ada di Provinsi Aceh sebanyak delapan orang. Jumlah penduduk terdampak yang masih berada di lokasi pengungsian tercatat sebanyak 166.579 jiwa,” ujarnya seperti dikutip dari okezone.

Ia menambahkan, untuk percepatan pembangunan hunian sementara (huntara), pembukaan dan pembersihan akses jalan dan jembatan, serta pemulihan kawasan permukiman terus ditingkatkan agar semakin kondusif untuk dihuni kembali.

Terpisah, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengklaim saat ini sudah tidak ada lagi daerah yang terisolasi banjir dan longsor di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera barat setelah 52 hari sejak bencana terjadi.

Dody menjelaskan dengan tidak ada lagi daerah terisolasi banjir dan longsor, kini seluruh bantuan sudah bisa dilakukan melalui darat dan tidak lagi melalui udara. Meskipun ia mengakui masih ada jalan dan jembatan yang rusak dan perlu dilakukan perbaikan.

Dody melaporkan, ada 99 jalan dan 33 jembatan nasional yang terdampak banjir dan longsor. Saat ini, keseluruhan jalan dan jembatan nasional tersebut sudah dioperasikan fungsional.

Sementara untuk infrastruktur daerah yang terdampak mencapai 2.710 unit, terdiri dari 1.900 ruas jalan daerah dan 753 jembatan daerah. Saat ini Dody menyampaikan pihaknya terus melakukan perbaikan. (Okz/red)