DUBAI : SERANTAU MEDIA — Operasional Bandara Internasional Dubai (DXB) terhenti sementara menyusul meningkatnya konflik di Timur Tengah setelah serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada pekan lalu.
Penutupan bandara yang dikenal sebagai salah satu pusat penerbangan tersibuk di dunia itu berlangsung sejak 28 Februari hingga 3 Maret 2026. Penghentian operasional tersebut berdampak besar terhadap aktivitas penerbangan dan ekonomi kawasan.
Dilansir Republika, Otoritas Penerbangan Sipil Dubai menyebutkan, penutupan bandara menyebabkan kerugian ekonomi sekitar 1 juta dolar AS per menit. Hingga hari kelima konflik, total kerugian diperkirakan melampaui 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp78,5 triliun.
Selain DXB, operasional penerbangan juga dihentikan di Bandara Internasional Al Maktoum (DWC) dan Bandara Internasional Zayed. Penghentian aktivitas di sejumlah bandara utama itu turut menghentikan penerbangan komersial maupun kargo yang selama ini menjadi jalur perdagangan penting antara Timur dan Barat.
Sejak konflik pecah, lebih dari 12.300 penerbangan dilaporkan dibatalkan. Ribuan penumpang dari berbagai negara juga terpaksa menunggu di terminal bandara hingga operasional kembali normal.
Sektor penerbangan memiliki peran penting bagi perekonomian Uni Emirat Arab. Di Dubai, industri aviasi menyumbang sekitar 27 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), menjadikannya salah satu pilar utama ekonomi negara tersebut.
Dampak konflik juga terasa di pasar keuangan. Dubai Financial Market (DFM) dan Abu Dhabi Securities Exchange (ADX) mencatat penurunan kapitalisasi pasar akibat meningkatnya ketidakpastian di kawasan.
Para analis menilai gangguan terhadap ruang udara Teluk berpotensi memicu efek berantai terhadap rantai pasokan global. Pengiriman berbagai komoditas penting, termasuk komponen elektronik dan pasokan medis, dilaporkan tertahan di pusat logistik Dubai dan Abu Dhabi.
Hingga kini, otoritas setempat masih memantau perkembangan situasi keamanan regional sebelum membuka kembali jalur penerbangan secara penuh. ***