• Thu, Oct 2026

Investasi Riau Tembus Rp47,91 Triliun, Serap 41.632 Tenaga Kerja

Investasi Riau Tembus Rp47,91 Triliun, Serap 41.632 Tenaga Kerja


PEKANBARU : SERANTAU MEDIA — Realisasi investasi di Provinsi Riau mencapai Rp47,91 triliun sepanjang Januari–September 2026. Capaian tersebut setara 66,09 persen dari target investasi tahun ini sebesar Rp72,5 triliun dan menyerap 41.632 tenaga kerja Indonesia.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Riau, Vera Angelika OK, mengatakan realisasi investasi tersebut terdiri atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp37,70 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) Rp10,21 triliun.

“Di tingkat Sumatera, Riau berada di peringkat kedua untuk realisasi investasi gabungan PMDN dan PMA,” kata Vera di Pekanbaru, Rabu (28/10/2026).

Khusus pada Triwulan III atau periode Juli–September 2026, investasi Riau mencapai Rp14,83 triliun. Nilai tersebut terdiri atas PMDN Rp12,54 triliun dan PMA Rp2,29 triliun, dengan penyerapan 16.197 tenaga kerja.

Berdasarkan data DPMPTSP Riau, lima daerah dengan realisasi investasi terbesar sepanjang Januari–September adalah Kota Pekanbaru sebesar Rp9,28 triliun, Kota Dumai Rp8,34 triliun, Kabupaten Kampar Rp7,41 triliun, Kabupaten Bengkalis Rp5,19 triliun, dan Kabupaten Pelalawan Rp5,15 triliun.

Sementara pada Triwulan III, investasi terbesar tercatat di Dumai sebesar Rp2,76 triliun, disusul Bengkalis Rp2,41 triliun, Kampar Rp2,12 triliun, Pekanbaru Rp1,93 triliun, dan Siak Rp1,84 triliun.

Dari sisi sektor usaha, investasi terbesar berasal dari kehutanan dengan nilai Rp5,86 triliun. Berikutnya industri makanan sebesar Rp2,24 triliun, tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan Rp1,48 triliun, kawasan industri dan perumahan Rp1,33 triliun, serta transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi Rp1,32 triliun.

Adapun negara asal investasi asing terbesar meliputi Singapura, Malaysia, British Virgin Islands, Hong Kong, dan Bermuda.

Vera mengatakan DPMPTSP Riau terus berkoordinasi dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM serta DPMPTSP kabupaten dan kota untuk meningkatkan kualitas pelaporan dan mendorong realisasi investasi pada Triwulan IV.

Salah satu upaya yang disiapkan Pemerintah Provinsi Riau adalah menggelar IMT-GT Trade Fair & Investment–Riau Expo 2026. Kegiatan tersebut dirancang untuk mempertemukan pemilik proyek dengan calon investor dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Pemprov Riau berharap promosi investasi dan penguatan koordinasi dengan berbagai pihak dapat meningkatkan realisasi investasi hingga akhir 2026. (MCR/red)