• Fri, Oct 2026

Mahasiswa Unri Protes Kabut Asap, Desak Pemerintah Serius Tangani Karhutla

Mahasiswa Unri Protes Kabut Asap, Desak Pemerintah Serius Tangani Karhutla


PEKANBARU : SERANTAU MEDIA– Mahasiswa Universitas Riau (Unri) menggelar aksi mimbar bebas di depan Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Jumat (23/10/2026) petang. Mereka memprotes kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak ke Riau serta mendesak pemerintah lebih serius menangani persoalan tersebut.

Dalam orasinya, mahasiswa menilai penanganan karhutla oleh pemerintah pusat dan daerah belum maksimal. Dampaknya, aktivitas pendidikan terganggu karena sejumlah sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Kami bergerak atas hati nurani kami. Seperti yang kita tahu, karhutla di beberapa daerah di Indonesia, asapnya berdampak ke Riau,” teriak salah seorang orator seperti dikutip dari kompas. 

Koordinator aksi, Supri Hidayat, yang menjabat Kepala Dinas Sosial Politik BEM FKIP Universitas Riau, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk keresahan mahasiswa, terutama mereka yang sedang menjalani Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PPLP).

Menurut Supri, pelaksanaan PPLP mahasiswa FKIP terganggu karena bertepatan dengan masa ujian sekolah. Penerapan PJJ membuat kegiatan mahasiswa di sekolah tempat mereka praktik tidak berjalan maksimal.

“Keresahan kami, pemerintah sampai saat ini belum bisa menangani karhutla dan kabut asap. Ini sangat meresahkan. Perkuliahan kami menjadi terhambat karena anak sekolah menerapkan PJJ,” kata Supri.

Ia menambahkan, mahasiswa yang sedang menjalani PPLP juga belum dapat menuntaskan tugas mereka di sekolah karena kegiatan belajar mengajar tidak berlangsung secara normal.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan tiga tuntutan. Mereka meminta pemerintah memperbaiki penanganan karhutla agar kebakaran dan kabut asap tidak terus berulang, menangkap pelaku pembakaran lahan, serta menjalankan langkah pencegahan secara serius.

Supri mengatakan, berdasarkan catatan mahasiswa, sebelumnya terdapat sembilan titik karhutla di Riau yang menyumbang asap, terutama di Pekanbaru. Setelah kebakaran di Riau padam dan asap menghilang, kabut asap kembali berdampak ke wilayah tersebut seiring munculnya titik api di Jambi, Kalimantan, dan Sumatera Selatan.

“Jadi asap dari tiga daerah inilah yang menyeberang ke Riau. Kita semua terdampak. Sekolah ditutup, siswa harus belajar di rumah,” ujarnya.

Dalam aksi itu, mahasiswa berdiskusi dengan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edy Afrizal. Sejumlah anggota kepolisian turut mengawal jalannya aksi.***