• Wed, Jul 2026

Sekolah Rakyat Natuna Buka Pendaftaran, Sediakan 90 Kuota untuk Siswa Kurang Mampu

Sekolah Rakyat Natuna Buka Pendaftaran, Sediakan 90 Kuota untuk Siswa Kurang Mampu

Sekolah Rakyat Terintegrasi 32 di Natuna, pada Juni 2026. (Foto : Antara)


NATUNA : SERANTAU MEDIA – Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 32 Natuna, Kepulauan Riau, mulai membuka penerimaan peserta didik baru untuk tahun ajaran 2026/2027 setelah sebelumnya sempat tertunda. Sebanyak 90 siswa akan diterima pada tahun ajaran perdana tersebut.

Bupati Natuna, Cen Sui Lan, mengatakan pembukaan penerimaan siswa baru dilakukan setelah Pemerintah Kabupaten Natuna berkoordinasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos).

"Kuota penerimaan siswa Sekolah Rakyat tahun ini sebanyak 90 orang," kata Cen di Natuna, Senin (29/6).

Ia menjelaskan, Natuna menjadi satu-satunya daerah penyelenggara Sekolah Rakyat yang belum memiliki gedung permanen. Meski demikian, Kemensos tetap memberikan izin operasional sehingga proses penerimaan peserta didik dapat dilaksanakan.

Menurut Cen, dukungan tersebut menjadi langkah penting untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya di wilayah perbatasan.

Kuota penerimaan dibagi untuk tiga jenjang pendidikan, yakni 30 siswa tingkat sekolah dasar (SD), 30 siswa sekolah menengah pertama (SMP), dan 30 siswa sekolah menengah atas (SMA).

Berbeda dengan sekolah pada umumnya, proses seleksi peserta didik dilakukan secara proaktif. Petugas Dinas Sosial mendatangi langsung rumah calon siswa untuk melakukan pendataan dan verifikasi.

Calon peserta didik berasal dari keluarga miskin yang masuk kategori desil satu dan dua berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), dengan rentang usia 7 hingga 20 tahun.

"Peserta didik yang diterima merupakan anak-anak dari keluarga desil satu dan dua sesuai data DTSEN dengan usia 7 sampai 20 tahun," ujar Cen.

Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah yang ditujukan untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem melalui sistem pendidikan berasrama yang dibiayai negara. (Ant/red)