BATAM : SERANTAU MEDIA – Badan Pengusahaan (BP) Batam mulai melakukan pemulihan lingkungan di kawasan bekas tambang pasir ilegal di Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau.
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait mengatakan proses penutupan lubang bekas galian saat ini terus berjalan. Area yang dipulihkan diperkirakan mencapai 100 ribu meter persegi dengan volume galian sekitar 347 ribu meter kubik.
“Saat ini progres penutupan bekas galian sudah mencapai 30 persen dan selanjutnya akan dilakukan penghijauan,” kata Ariastuty dalam keterangan resmi di Batam, Senin (11/5/2026) .
Ia menjelaskan pemulihan dilakukan untuk mengembalikan kondisi lingkungan yang rusak akibat aktivitas tambang ilegal sekaligus meningkatkan keselamatan operasional penerbangan di Bandara Hang Nadim.
Menurut Ariastuty, kawasan KKOP merupakan area vital yang mendukung konektivitas logistik dan transportasi orang di Batam serta berperan penting terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Karena itu, BP Batam menegaskan tidak akan mentolerir aktivitas yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan maupun merusak aset negara.
“Wilayah KKOP harus dijaga bersama. Tidak boleh ada aktivitas apa pun di kawasan tersebut. Setiap pihak yang mengganggu operasi penerbangan akan ditindak tegas sesuai aturan,” ujarnya.
Tambang pasir ilegal di kawasan tersebut sebelumnya ditemukan pada April 2026 saat Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra bersama tim melakukan penertiban di lapangan.
Selain melakukan pemulihan lingkungan, BP Batam juga memperkuat koordinasi lintas sektor dan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan KKOP Bandara Hang Nadim.
Pengawasan di kawasan tersebut akan diperketat melalui patroli rutin tim terpadu yang melibatkan unsur TNI, Polri, Ditpam BP Batam, dan Satpol PP Kota Batam. (Ant/red)